Rabu, 11 Februari 2009
seorang teman yg merana dalam berkelana dimana-mana
mengingatkan aku pada asbak yg belum tau kapan purna tugas tiba
saat banyak mata yang dihiasi mata api yang bertaring semakin banyak
dengan isi kepala yang sama setelah belasan tahun berputar dengan bahan bakar yang sama pula dan mengelabui dengan kemasan yang sedikit seksi dan membuat lupa tentang comberan yang mereka ciptakan............
hahaha...mending aku makan, lalu tidur..........dan kemudian bangun dengan langkahku yang mengingatkan orang lain tentang indahnya tertawa dalam berkarya.....tanpa menyiksa, tersiksa ataupun penyiksaan atas keserakahan...hmmmm........
Syarif Wadja Bae
12 Feb 2009
Senin, 09 Februari 2009
kepada PhiloSophia
seperti bulan yang bertengger di ujung rumput
sebelum pamit karena malu pagi telah datang.
dengan kelopak pipi saat segala daya hampir
dikirim keujung kuku dengan mesin ya garang,
titik sua itu serasa membentuk sepasang sayap yang memaksa terbang....
........................kepada philosophia, mari berterus terang...
Syarif Wadja Bae
Surabaya. Senin 090209
Rabu, 07 Januari 2009
BACA
Jangan merasa dicekik waktu seperti menelan semua isi asbak.
Apa karena kau selalu bertanya tentang besok atau tentang semenit kemudian yang nantinya terjadi diluar rencana dari otak yang selalu kau banggakan dan lalu kau kaget. Ini bukan sebuah metafora tentang kemerdekaan yang cuma retorika.atau seperti sebuah alasan dari seorang seniman yang menjelaskan tentang arti dari karyanya. yang mungkin bukan bagian dari alasan awal sebelum dia berproses. Bisa jadi alasan itu terbaca saat sang seniman menapaki sekian fase dalam prosesnya.
Atau seperti penyair yang paceklik kata-kata dan akhirnya dia menulis dengan mengikuti ajakan tangannya.entah itu tangan dari hatinya atau tangan dari otaknya. Apa mungkin itu menjadi sebuah alasan yang menjadi pembenaran dari sebuah dendam seperti alasan
Lalu kau mulai bingung lagi karena memikirkan tentang besok.
sementara hari ini kau belum bisa menuntaskan semua apa yang kau rencanakan kemarin tentang semua yang harus kau selesaikan hari ini.
Dan kemudian kebingunganmu itu kau jadikan dendam dengan alasan menjadikan itu sebagai mimpi yang harus kau capai tanpa berpikir tentang keseimbanganmu ketika kau sudah menggapai dan berjalan diatas mimpimu.
Bukalah matamu setiap saat untuk hari ini.
Bacalah !!. Setiap detiknya, bila perlu. Dan itu pun Jika bisa. Mungkin itu cara paling dahsyat jika diimplementasikan dalam hal mengingat dan beriman kepada Tuhanmu.
Syarif Wadja Bae
8 Januari 2009
Minggu, 04 Januari 2009
Kenapa Terus Buta?
Mengurai resah saat di-amuk kalbu.
nafas yang lepas saat detak detik asa
menyapa bersama lepasnya celana.
tanpa iba saat melihat darah.
Angkuh teriak tentang masa depan.
besok belum pasti...hari ini…pasti.
ambil sukma melati dan aura pagi
tuk hempaskan periih…
Syarif Wadja Bae
010109
Senin, 15 Desember 2008
hening yang bening
terlepas, ke laut luas.
semoga bertemu saka sebelum dermaga purna.
muksa bersama.
berdansa diangkasa saat musim bunga.
jangankan debu, jejak embun pun disapu, untuk menatap dan mengecup beningmu.
agar gesang tak lagi sendu dan pilu karena hubbu.
hening adalah kalbu.
kalbu adalah Ibu.
syarif wadja bae
nov 2008
Jumat, 31 Oktober 2008
teduh
entah oleh matahari yang marah atau karena mulut dan tangan
aku ingin berteduh dibawah pijar matamu
karena pancarannya mengalir dari sumber paling bening
yang dibentengi seribusatu gunung oleh Jibril
dan aku pun keluar dari panas itu
seperti bertemu dengan keadaan setelah Muhammad menyebut iqra
maukah kau berjanji denganku untuk tidak membuat jeda diantara seribusatu gunung itu?
syarif wadja bae
30 Oktober 2008