skip to main
|
skip to sidebar
kahanan
Jumat, 31 Oktober 2008
tiang negeri
harus
terus
tegak
lurus
mengaji
pada cermin
yang mengalir
lewati
kenali
arti
tapi;
ketika tak ada pagi
siapkah kau menggantikan hari?
syarif wadja bae
28 Oktober 2008
0 komentar:
Poskan Komentar
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Halaman Muka
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Mengenai Saya
syarif waja bae
membaca kahanan yang menyentuh,menggerakan setiap titik pijar kosong dan melahirkan keindahan yang berangkat dari keresahan.
Lihat profil lengkapku
Arsip Blog
►
2009
(25)
►
November
(4)
sajak rindu
Awas Ibu Marah
Puisi malam yang tak kelam, mungkin...
Lingkaran Sederhana
►
Oktober
(3)
SENJA DI AWAN
AYO MAJU
YANG MELENGKAPI
►
September
(4)
Begitu Saja
Yang Sederhana
Masih Retorika ?
Dagangan Corong
►
Agustus
(1)
Di Surga Dunia yang Ter,..
►
Juli
(1)
MUAK
►
Juni
(1)
talangan sungai yang kesekian kalinya
►
Mei
(2)
Terkamu Keliru
2009, 09 Mei
►
April
(1)
kata - kata ini untukmu
►
Maret
(3)
dialog anak panah
Kementus
Amiin:)
►
Februari
(3)
PERINGATKANLAH ISTRI/TEMAN WANITA / SAUDARI DAN AN...
berkarya sambil tertawa tanpa menyiksa seorang te...
kepada PhiloSophia
►
Januari
(2)
BACA
Kenapa Terus Buta?
▼
2008
(22)
►
Desember
(2)
aksara teater
hening yang bening
▼
Oktober
(4)
teduh
tiang negeri
Lupa
Keniscayaan?
►
September
(2)
mungkin
Tikar Ibu
►
Juli
(2)
pijar
hati
►
Juni
(12)
hampa
kutang
Purnama-purnama
PERGULATAN AKHIR BINATANG JALANG
MERAH DAN PUTIH
Sedang Sakit
Tanda
obrolan mendadak antara kaki dan tangan
putih hitam - hitam putih
persimpangan
perlawanan damai pelacur zaman
proses
silahkan mampir
daftar relasi
Fonda
iddaily.co.cc
jasawebsite.com
komang Ira Puspitaningsih
Krisna
Mamik
Mbek
Pe
pututhermawan.com
ranaphoto
Silvi
surabayamuda
Wiyan Wahyudin
0 komentar:
Poskan Komentar